Rumah di Indonesia punya kondisi yang beragam: ada teras yang dibakar matahari sejak pagi, ada ruang tengah yang hanya mendapat cahaya dari jendela, ada balkon kos yang cuma muat satu rak. Karena itu tanaman hias yang cocok untuk tetanggamu belum tentu cocok di rumahmu. Di bawah ini 50 jenis tanaman hias yang mudah ditemukan di nursery dan marketplace, dikelompokkan menjadi daun, bunga, gantung, indoor, dan outdoor. Setiap tanaman dilengkapi kebutuhan cahaya, cara siram, satu tips perawatan, dan kisaran harganya.
Catatan harga: angka di artikel ini adalah perkiraan kasar untuk tanaman pot kecil sampai sedang di nursery dan marketplace. Harga bisa jauh berbeda tergantung ukuran, varietas, kota, dan penjual, jadi bandingkan beberapa toko sebelum membeli. Catatan racun mengacu pada daftar tanaman beracun dan tidak beracun dari ASPCA untuk kucing dan anjing; tanaman yang tidak tercantum di sana ditandai “belum ada data”, bukan berarti aman.
Cara memilih tanaman hias sesuai tempat
Sebelum melihat daftarnya, cek dulu tempat yang akan kamu isi. Tiga istilah cahaya yang dipakai di artikel ini:
- Teduh: tidak kena matahari langsung, tapi ruangannya cukup terang untuk membaca tanpa lampu. Contohnya ruang tamu dekat jendela atau teras beratap lebar.
- Setengah teduh: kena matahari pagi sekitar 2–4 jam, lalu terlindung saat siang. Teras menghadap timur biasanya masuk kategori ini.
- Matahari penuh: kena matahari langsung sekitar 6 jam atau lebih. Halaman terbuka, atap dak, dan teras menghadap barat.
Setelah tahu kondisi cahayanya, jawab empat pertanyaan ini:
- Seberapa sering kamu di rumah? Kalau sering pergi berhari-hari, pilih tanaman yang tahan kering seperti lidah mertua, zamia, atau euforbia.
- Ada kucing, anjing, atau balita? Banyak tanaman daun populer, seperti monstera, aglonema, dan sirih gading, beracun kalau dikunyah. Pilih yang ditandai aman di tabel, atau taruh di rak tinggi dan pot gantung.
- Di dalam ruangan ber-AC atau di luar? Udara AC kering dan dingin; calathea dan suplir gampang kering ujung daunnya di sana. Tanaman bertekstur daun tebal lebih tahan.
- Berapa budget awalmu? Selain tanaman, siapkan pot dan media. Untuk mulai dengan 3–5 pot, belanja dasarnya kira-kira seperti daftar di bawah.
- Pot plastik berlubang diameter 15–25 cm: sekitar Rp5–25 ribu per buah
- Media tanam siap pakai atau campuran tanah, sekam bakar, dan cocopeat: sekitar Rp10–25 ribu per karung kecil
- Pupuk lepas lambat (slow release) 100 gram: sekitar Rp15–30 ribu, cukup untuk beberapa bulan
- Botol semprot dan sekop kecil: sekitar Rp10–30 ribu
Kesalahan yang sering terjadi pada pemula adalah membeli tanaman dulu, baru mencari tempatnya. Balik urutannya: tentukan tempat dan cahayanya, lalu pilih tanaman yang memang cocok di sana.
Tanaman hias daun
Daun yang lebar, berlubang, atau bercorak membuat rumah terasa hijau sepanjang tahun, tanpa menunggu musim bunga. Sebagian besar jenis di bawah ini berasal dari hutan tropis, jadi cocok dengan udara Indonesia yang lembap. Kalau kamu ingin mendalami perawatannya, dari media sampai penyebab daun menguning, baca artikel tanaman hias daun.
1. Monstera (Monstera deliciosa)
Daunnya besar dan berlubang, langsung jadi pusat perhatian di sudut ruang tamu. Monstera tumbuh memanjat, jadi lama-lama butuh tiang lumut atau tongkat bambu.
- Cahaya: setengah teduh, cahaya terang tanpa terik siang langsung
- Penyiraman: saat 3–5 cm media bagian atas sudah kering, biasanya 1–2 kali seminggu
- Tips: lap daun dengan kain lembap tiap dua minggu supaya debu tidak menutupi permukaannya
- Harga kira-kira: sekitar Rp35–150 ribu (pot kecil–sedang)
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
2. Aglonema (sri rejeki) (Aglaonema spp.)
Di Indonesia aglonema sering disebut sri rejeki dan punya ratusan varietas, dari hijau polos sampai merah menyala. Varietas hijau lebih tahan teduh daripada yang merah.
- Cahaya: teduh sampai setengah teduh
- Penyiraman: kalau media atas mulai kering, kira-kira 2 kali seminggu saat kemarau
- Tips: pakai pot berlubang banyak dan media porous, karena akarnya mudah busuk kalau tergenang
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–200 ribu untuk varietas umum; varietas langka bisa jauh lebih mahal
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
3. Calathea (Calathea spp.)
Calathea punya corak daun seperti dilukis, dan daunnya menutup sedikit di malam hari. Tanaman ini agak rewel soal air dan kelembapan.
- Cahaya: teduh, cahaya terang tidak langsung
- Penyiraman: jaga media tetap lembap tapi tidak becek; pakai air yang sudah diendapkan semalam
- Tips: ujung daun cokelat biasanya tanda udara terlalu kering atau air keran yang berkaporit
- Harga kira-kira: sekitar Rp30–100 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat calathea tidak beracun bagi kucing dan anjing.
4. Philodendron (Philodendron spp.)
Keluarga besar yang isinya beragam, dari philodendron hijau yang merambat sampai Burle Marx dan Birkin yang tegak. Kebanyakan mudah dirawat dan cepat menambah daun saat musim hujan.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: 1–2 kali seminggu, tunggu media atas kering
- Tips: jenis merambat senang diberi tiang; jenis tegak cukup diputar potnya tiap minggu supaya tumbuh simetris
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–150 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
5. Keladi hias (Caladium bicolor)
Keladi punya daun tipis berbentuk hati dengan warna merah muda, putih, atau merah. Tanaman ini tumbuh dari umbi dan bisa “tidur” beberapa bulan.
- Cahaya: setengah teduh; daun tipisnya gosong kalau kena terik siang
- Penyiraman: jaga media lembap selama daun aktif, kurangi saat daun mulai habis
- Tips: kalau semua daun mati di musim kemarau, jangan buang potnya. Umbinya sedang dorman dan biasanya bertunas lagi saat hujan datang
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–75 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
6. Dieffenbachia (daun bahagia) (Dieffenbachia spp.)
Daunnya lebar dengan bercak krem atau putih, tumbuh tegak seperti pohon kecil. Tanaman ini dulu sering dijual dengan nama daun bahagia.
- Cahaya: teduh sampai setengah teduh
- Penyiraman: seminggu sekali atau saat media atas kering
- Tips: pakai sarung tangan saat memangkas, karena getahnya bisa membuat kulit gatal
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan dan anak: getahnya bisa membuat mulut dan tenggorokan bengkak. ASPCA mencatatnya sebagai tanaman beracun.
7. Alocasia (Alocasia spp.)
Alocasia, kerabat talas, punya daun tegak berbentuk anak panah dengan urat yang tegas. Jenis Amazonica dan Black Velvet paling sering dijual.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: saat media atas kering; jangan biarkan air menggenang di tatakan
- Tips: saat udara kering, periksa balik daun untuk tungau laba-laba yang meninggalkan bintik pucat
- Harga kira-kira: sekitar Rp30–150 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
8. Puring (Codiaeum variegatum)
Puring adalah tanaman pekarangan klasik dengan daun kuning, oranye, dan merah. Makin banyak matahari, makin keluar warnanya.
- Cahaya: matahari penuh sampai setengah teduh
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau jika di pot, 2–3 kali seminggu saat musim hujan
- Tips: kalau warnanya memudar jadi hijau, pindahkan ke tempat yang lebih terang
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–50 ribu
- Catatan: Hati-hati: puring tidak tercantum di daftar ASPCA, tetapi getah putihnya bisa mengiritasi kulit dan mulut. Jauhkan dari hewan yang suka menggigit daun.
9. Begonia rex (Begonia rex)
Begonia rex dipelihara karena daunnya yang bercorak perak, ungu, dan merah, bukan karena bunganya. Cocok untuk meja atau rak dekat jendela.
- Cahaya: teduh, cahaya terang tidak langsung
- Penyiraman: siram ke media, jangan ke daun; tunggu media atas agak kering
- Tips: daun yang sering basah gampang berjamur, jadi siram pagi hari dan beri sirkulasi udara
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–80 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
10. Anthurium gelombang cinta (Anthurium plowmanii)
Daunnya panjang dan bergelombang di pinggir, sempat jadi tanaman paling dicari beberapa tahun lalu. Sekarang harganya sudah jauh lebih terjangkau.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: 2–3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan
- Tips: pakai media campuran sekam bakar dan cocopeat supaya akar tidak busuk
- Harga kira-kira: sekitar Rp50–300 ribu tergantung ukuran
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: ASPCA mencatat anthurium sebagai tanaman beracun.
Tanaman hias bunga
Tanaman bunga butuh lebih banyak cahaya daripada tanaman daun. Hampir semua jenis di bawah ini baru berbunga rajin kalau mendapat matahari minimal setengah hari, jadi tempatnya di teras, balkon, atau halaman.
11. Anggrek bulan (Phalaenopsis spp.)
Anggrek bulan adalah anggrek paling mudah untuk pemula dan bunganya bisa bertahan berminggu-minggu. Banyak dijual dalam kondisi sudah berbunga.
- Cahaya: teduh, cahaya terang tidak langsung
- Penyiraman: 1–2 kali seminggu di pagi hari, saat media moss atau arang sudah kering
- Tips: setelah bunga gugur, potong tangkai di atas ruas kedua dari bawah supaya bisa muncul cabang bunga baru
- Harga kira-kira: sekitar Rp50–150 ribu untuk tanaman berbunga
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat anggrek Phalaenopsis tidak beracun.
12. Mawar (Rosa spp.)
Mawar pot butuh matahari banyak dan pemangkasan rutin. Mawar lokal biasanya lebih tahan panas daripada mawar impor.
- Cahaya: matahari penuh, minimal 6 jam
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau, langsung ke pangkal batang
- Tips: potong bunga yang layu supaya energi tanaman dipakai untuk kuncup baru
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–75 ribu
- Catatan: Aman menurut ASPCA, tetapi durinya tetap bisa melukai.
13. Melati (Jasminum sambac)
Melati putih wangi adalah bunga nasional Indonesia dan rajin berbunga di pot. Wanginya paling kuat di sore dan malam hari.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau, 2–3 kali seminggu saat musim hujan
- Tips: beri pupuk tinggi fosfor sebulan sekali dan pangkas ranting tua supaya cabang baru bermunculan
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–50 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat melati tidak beracun.
14. Bougenville (Bougainvillea spp.)
Bougenville atau bunga kertas punya warna cerah dan sangat tahan panas. Yang berwarna sebenarnya adalah daun pelindung bunga, bunga aslinya kecil di tengah.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: jarang; tunggu media kering
- Tips: kondisi agak kering justru memancing bunga. Kalau disiram terus, yang tumbuh hanya daun
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–150 ribu
- Catatan: Tidak tercantum di daftar ASPCA; durinya tajam, jadi hati-hati dengan anak kecil.
15. Kamboja jepang (adenium) (Adenium obesum)
Adenium dikenal dengan batang bawahnya yang menggembung (bonggol) dan bunga mirip terompet. Banyak penghobi membentuknya seperti bonsai.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: 2–3 hari sekali saat kemarau, kurangi saat musim hujan
- Tips: pakai media yang sangat porous (pasir malang dan sekam bakar). Bonggol yang terus basah mudah busuk
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–150 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: getahnya tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA.
16. Asoka (Ixora spp.)
Asoka berbunga dalam tandan bulat berwarna merah, oranye, kuning, atau merah muda. Sering dipakai untuk pagar rendah atau pot depan rumah.
- Cahaya: matahari penuh sampai setengah teduh
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau
- Tips: daun menguning dengan urat hijau biasanya tanda media terlalu basa; tambahkan kompos atau pupuk khusus tanaman asam
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–50 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat Ixora tidak beracun.
17. Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Kembang sepatu berbunga besar dan rajin, warnanya dari merah, kuning, sampai campuran. Satu bunga hanya mekar sehari, tetapi kuncupnya terus muncul.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau
- Tips: periksa balik daun dan kuncup secara rutin; kutu putih senang bersarang di sana
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
18. Zinnia (Zinnia elegans)
Zinnia adalah bunga musiman yang gampang ditanam dari biji. Cocok kalau kamu ingin mencoba menanam bunga dari nol.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: setiap hari, ke media saja
- Tips: semai langsung di pot; dalam hitungan minggu sudah berbunga. Petik bunga yang layu supaya muncul bunga baru
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–25 ribu per pot kecil; sebungkus benih sekitar Rp5–15 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat zinnia tidak beracun.
19. Euforbia (mahkota duri) (Euphorbia milii)
Batangnya berduri dengan bunga kecil merah, kuning, atau merah muda yang muncul hampir sepanjang tahun. Sangat tahan kering.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: seminggu sekali, kurangi saat musim hujan
- Tips: cocok untuk pemilik yang sering lupa menyiram, asal potnya tidak tergenang
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–75 ribu
- Catatan: Hati-hati: getah putihnya mengiritasi kulit dan mata. Beberapa jenis Euphorbia lain tercantum beracun di daftar ASPCA.
20. Bunga mentega (oleander) (Nerium oleander)
Perdu berbunga merah muda atau putih yang sering ditanam di pinggir jalan karena kuat terhadap panas dan polusi.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: 2–3 kali seminggu; tahan kering
- Tips: pangkas setelah musim berbunga supaya bentuknya tetap rapi
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
- Catatan: Sangat beracun bagi hewan peliharaan dan manusia di semua bagiannya. ASPCA mencatat oleander sebagai tanaman beracun. Jangan tanam di rumah dengan anak kecil atau hewan yang suka mengunyah daun.
Tanaman hias gantung
Pot gantung menghemat lantai dan membuat teras sempit terasa lebih hijau. Pot di atas kepala lebih cepat kering karena kena angin, jadi periksa medianya lebih sering daripada pot di lantai. Pakai juga tatakan atau pot dalam supaya air siraman tidak menetes ke lantai.
21. Sirih gading (Epipremnum aureum)
Tanaman rambat yang paling mudah dirawat. Sulurnya bisa menjuntai lebih dari satu meter dari pot gantung.
- Cahaya: teduh sampai setengah teduh
- Penyiraman: saat media hampir kering, sekitar seminggu sekali
- Tips: potong sulur yang terlalu panjang dan tancapkan di gelas berisi air; dalam 1–2 minggu biasanya sudah keluar akar
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–40 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
22. Lili paris (Chlorophytum comosum)
Daunnya panjang bergaris putih, dan anakannya menggantung di ujung tangkai seperti laba-laba kecil.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: 2 kali seminggu
- Tips: anakan yang menggantung bisa dipotong dan ditanam di pot baru untuk menambah koleksi tanpa beli
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–35 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat lili paris (spider plant) tidak beracun.
23. Zebrina (Tradescantia zebrina)
Daunnya bergaris ungu dan perak, tumbuh cepat dan menjuntai lebat dari pot gantung.
- Cahaya: setengah teduh; warnanya pudar kalau terlalu gelap
- Penyiraman: saat media atas kering
- Tips: pangkas ujung batang secara rutin supaya tanaman tidak memanjang dan botak di bagian atas
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–30 ribu
- Catatan: Hati-hati: kerabat dekatnya, Tradescantia fluminensis, tercatat di ASPCA bisa memicu iritasi kulit pada hewan.
24. Hoya (Hoya spp.)
Hoya punya daun tebal berlilin dan bunga kecil berbentuk bintang yang bergerombol. Daunnya menyimpan air, jadi cukup tahan kering.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: seminggu sekali atau lebih jarang saat musim hujan
- Tips: jangan potong tangkai bunga yang lama, karena bunga berikutnya sering muncul lagi dari tangkai yang sama
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–100 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat Hoya carnosa tidak beracun.
25. Pakis boston (Nephrolepis exaltata)
Pakis dengan daun menjuntai lebat, cocok untuk teras yang teduh dan lembap.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: sering; media jangan sampai kering
- Tips: saat kemarau, semprot daunnya dengan air pagi hari supaya ujung daun tidak mengering
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat pakis boston tidak beracun.
26. Ekor keledai (Sedum morganianum)
Sukulen dengan batang menjuntai yang penuh daun kecil gemuk. Cantik, tapi daunnya mudah rontok kalau tersenggol.
- Cahaya: setengah teduh dengan matahari pagi, terlindung dari hujan
- Penyiraman: jarang; tunggu media benar-benar kering
- Tips: jangan sering dipindah-pindah, dan gantung di bawah atap supaya tidak kehujanan
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat burro’s tail tidak beracun.
27. Rhipsalis (Rhipsalis baccifera)
Kaktus tanpa duri yang tumbuh menempel di pohon di alam aslinya. Batangnya tipis seperti tali yang menjuntai.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: seminggu sekali
- Tips: pakai media porous seperti campuran sekam bakar dan pakis cacah, bukan tanah padat
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat mistletoe cactus tidak beracun.
28. Peperomia gantung (Peperomia prostrata)
Peperomia jenis ini punya daun mungil bercorak seperti tempurung kura-kura dan menjuntai pendek. Cocok untuk pot gantung kecil di dalam ruangan.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: jarang; daunnya menyimpan air
- Tips: kebanyakan air adalah penyebab utama peperomia busuk batang
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–50 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat peperomia tidak beracun.
29. Lipstik (Aeschynanthus radicans)
Namanya dari bunga merah yang keluar dari kelopak gelap, mirip lipstik yang dibuka. Batangnya menjuntai panjang.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: saat media atas kering
- Tips: berbunga lebih rajin kalau mendapat cahaya pagi dan pot tidak terlalu besar
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–75 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat lipstick plant (Aeschynanthus) tidak beracun.
30. Petunia (Petunia x hybrida)
Petunia jenis menjuntai bisa menutupi pot gantung dengan bunga berwarna-warni.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau
- Tips: bunganya mudah rusak dan membusuk saat hujan deras terus-menerus, jadi gantung di bawah atap
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–35 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat petunia tidak beracun.
Tanaman hias indoor
Tanaman di dalam rumah hidup dari cahaya jendela, bukan matahari langsung. Pilih jenis yang kuat di kondisi teduh dan jangan menyiram dengan jadwal tetap: di ruangan ber-AC, media lebih lambat kering daripada di teras.
31. Lidah mertua (Dracaena trifasciata (dulu Sansevieria trifasciata))
Tanaman tegak dengan daun kaku bercorak, tahan hampir semua kondisi kecuali kebanyakan air.
- Cahaya: teduh sampai matahari penuh
- Penyiraman: 2–3 minggu sekali di dalam ruangan
- Tips: penyebab paling umum lidah mertua mati adalah akar busuk karena disiram terlalu sering
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–75 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
32. Zamia (ZZ plant) (Zamioculcas zamiifolia)
Daunnya hijau mengilap seperti dipoles, tumbuh dari umbi di bawah tanah yang menyimpan air.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: 2–3 minggu sekali
- Tips: cocok untuk kantor atau kamar yang jarang diperhatikan; satu hal yang membunuhnya adalah media yang terus basah
- Harga kira-kira: sekitar Rp30–100 ribu
- Catatan: Hati-hati: zamia tidak tercantum di daftar ASPCA, tetapi termasuk keluarga talas-talasan yang getahnya bisa mengiritasi. Jauhkan dari hewan dan anak.
33. Spathiphyllum (peace lily) (Spathiphyllum spp.)
Daunnya hijau tua dengan bunga putih seperti layar. Tanaman ini memberi tanda jelas saat haus: daunnya langsung lemas.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: saat daun mulai sedikit layu atau media atas kering
- Tips: kalau daun lemas, siram sampai air keluar dari lubang pot; biasanya segar lagi dalam beberapa jam
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–75 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
34. Palem kuning (Dypsis lutescens)
Palem berumpun dengan pelepah kekuningan, sering dipakai mengisi sudut ruang tamu atau lobi.
- Cahaya: setengah teduh, dekat jendela terang
- Penyiraman: jaga media lembap, 2 kali seminggu
- Tips: ujung daun cokelat biasanya karena udara AC yang kering atau media yang sempat kering kerontang
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–100 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat palem kuning (areca palm) tidak beracun.
35. Bambu hoki (Dracaena sanderiana)
Bukan bambu sungguhan, melainkan kerabat dracaena. Biasa dijual dalam vas air dengan batang yang dililit atau disusun bertingkat.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: ditanam di air; ganti air seminggu sekali
- Tips: pakai air yang sudah diendapkan, dan bersihkan vas kalau mulai berlumut
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–75 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: ASPCA mencatat genus Dracaena sebagai tanaman beracun.
36. Suplir (Adiantum spp.)
Pakis halus dengan tangkai hitam tipis dan daun kecil seperti kipas. Cantik, tapi tidak suka kekeringan sama sekali.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: jaga media selalu lembap
- Tips: taruh di kamar mandi berjendela atau dekat tanaman lain supaya udaranya lebih lembap
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–50 ribu
37. Biola cantik (Ficus lyrata)
Daunnya besar seperti biola dan tumbuh tegak menjadi pohon kecil di dalam rumah.
- Cahaya: setengah teduh, sangat dekat jendela terang
- Penyiraman: seminggu sekali saat media atas kering
- Tips: jangan sering memindahkan pot; perubahan cahaya mendadak sering membuat daunnya rontok
- Harga kira-kira: sekitar Rp50–250 ribu
- Catatan: Hati-hati: ASPCA mencatat beberapa jenis Ficus beracun; getahnya bisa mengiritasi mulut dan kulit hewan.
38. Pilea (Pilea peperomioides)
Daunnya bundar seperti koin di ujung tangkai tipis. Ukurannya kecil, pas untuk meja kerja.
- Cahaya: setengah teduh
- Penyiraman: seminggu sekali
- Tips: putar pot seperempat putaran tiap minggu supaya tanaman tidak miring ke arah jendela
- Harga kira-kira: sekitar Rp25–75 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat beberapa jenis Pilea tidak beracun.
39. Maranta (tanaman doa) (Maranta leuconeura)
Daunnya bercorak tulang ikan berwarna merah dan menutup ke atas di malam hari, seperti tangan berdoa.
- Cahaya: teduh
- Penyiraman: jaga media lembap
- Tips: pakai air yang sudah diendapkan semalam; maranta sensitif terhadap kaporit
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–60 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat prayer plant tidak beracun.
40. Syngonium (Syngonium podophyllum)
Daun mudanya berbentuk anak panah dengan warna hijau, putih, atau merah muda. Lama-lama tanaman ini cenderung merambat.
- Cahaya: teduh sampai setengah teduh
- Penyiraman: saat media atas kering
- Tips: pangkas sulur yang mulai merambat kalau kamu ingin bentuk yang tetap rimbun di pot
- Harga kira-kira: sekitar Rp15–50 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: tercantum di daftar tanaman beracun ASPCA untuk kucing dan anjing. Taruh di luar jangkauan hewan dan anak kecil.
Tanaman hias outdoor
Halaman dan teras di Indonesia menghadapi dua ujian: terik matahari di musim kemarau dan hujan deras di musim hujan. Sepuluh tanaman di bawah ini sudah biasa dipakai di taman rumah karena kuat menghadapi keduanya. Daftar yang lebih panjang, termasuk tips penataan depan rumah, ada di artikel tanaman hias outdoor.
41. Pucuk merah (Syzygium myrtifolium)
Tanaman pagar yang pucuk daunnya berwarna merah menyala. Bisa dibentuk bulat, kotak, atau dibiarkan menjadi pohon kecil.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: sekali sehari saat kemarau, kalau masih di pot
- Tips: pangkas setiap 1–2 bulan; pemangkasan memancing pucuk baru yang berwarna merah
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–50 ribu tergantung tinggi
42. Lee kwan yew (Vernonia elliptica)
Tanaman rambat yang menjuntai seperti tirai hijau dari pagar atau balkon lantai dua.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: setiap hari saat kemarau
- Tips: pasang di pot atau pagar yang tinggi supaya sulurnya bisa turun bebas; rapikan ujungnya supaya rata
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–35 ribu
43. Palem merah (Cyrtostachys renda)
Palem dengan pelepah merah terang yang mencolok. Tumbuh lambat dan menyukai tanah yang lembap.
- Cahaya: matahari penuh sampai setengah teduh
- Penyiraman: banyak; tanaman ini suka media basah
- Tips: tanam di dekat saluran air atau di pot besar dengan tatakan, karena palem merah tidak tahan kekeringan
- Harga kira-kira: sekitar Rp50–250 ribu
44. Teh-tehan (Acalypha siamensis)
Pagar hidup yang paling umum di perumahan. Daunnya kecil, rapat, dan mudah dibentuk.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: 2–3 kali seminggu saat kemarau
- Tips: pangkas rutin supaya bagian bawah tetap rimbun dan pagar tidak bolong
- Harga kira-kira: sekitar Rp3–10 ribu per polybag
- Catatan: Hati-hati: kerabatnya dari genus Acalypha (copperleaf) tercantum beracun di daftar ASPCA.
45. Heliconia (pisang-pisangan) (Heliconia spp.)
Bunga berbentuk paruh berwarna merah dan kuning, daunnya mirip daun pisang. Memberi kesan taman tropis.
- Cahaya: matahari penuh sampai setengah teduh
- Penyiraman: banyak, terutama saat kemarau
- Tips: rumpunnya cepat melebar; potong batang yang sudah selesai berbunga
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–75 ribu
46. Bunga kana (Canna indica)
Bunga merah, kuning, atau oranye di atas daun lebar. Tahan tanah becek, jadi cocok untuk sudut halaman yang sering tergenang.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: banyak; tahan genangan
- Tips: potong tangkai bunga yang sudah layu supaya muncul tangkai baru
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–35 ribu
- Catatan: Aman: ASPCA mencatat canna tidak beracun.
47. Lantana (tembelekan) (Lantana camara)
Perdu berbunga kecil warna-warni dalam satu kelompok, disukai kupu-kupu.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: 2–3 kali seminggu; tahan kering
- Tips: pangkas keras sesekali supaya tidak menjadi semak liar
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–35 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: ASPCA mencatat lantana beracun, terutama buah mentahnya.
48. Krokot hias (Portulaca grandiflora)
Bunga kecil warna-warni yang mekar di pagi hari dan menutup saat sore. Sangat tahan panas.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: jarang; daunnya menyimpan air
- Tips: perbanyak dengan menancapkan potongan batang langsung di media
- Harga kira-kira: sekitar Rp5–20 ribu
- Catatan: Hati-hati: ASPCA mencatat krokot (Portulaca oleracea) beracun bagi hewan peliharaan; jenis hias termasuk genus yang sama.
49. Walisongo (Schefflera arboricola)
Daunnya tersusun melingkar seperti payung kecil. Bisa di teras atau dibawa ke dalam rumah dekat jendela.
- Cahaya: setengah teduh sampai matahari penuh
- Penyiraman: 2 kali seminggu
- Tips: pangkas pucuk teratas kalau ingin tanaman melebar, bukan meninggi
- Harga kira-kira: sekitar Rp20–75 ribu
- Catatan: Beracun bagi hewan peliharaan: ASPCA mencatat schefflera sebagai tanaman beracun.
50. Kencana ungu (Ruellia simplex)
Bunga ungu berbentuk terompet yang muncul hampir setiap hari. Kuat di panas maupun di tanah becek.
- Cahaya: matahari penuh
- Penyiraman: 2–3 kali seminggu
- Tips: bijinya menyebar sendiri; cabut anakan yang tumbuh di tempat yang tidak diinginkan
- Harga kira-kira: sekitar Rp10–30 ribu
Tabel 50 tanaman: cahaya, air, harga
Tabel ini merangkum semua tanaman di atas supaya mudah dibandingkan. Kolom “Hewan” mengacu pada daftar ASPCA: Aman berarti tercatat tidak beracun, Beracun berarti tercatat beracun, Hati-hati berarti kerabatnya tercatat beracun atau getahnya dikenal mengiritasi, dan Belum ada data berarti tidak tercantum. Harga adalah perkiraan untuk pot kecil sampai sedang.
| No | Tanaman | Cahaya | Siram | Harga kira-kira | Hewan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Monstera | Setengah teduh | 1–2x seminggu | Rp35–150 rb | Beracun |
| 2 | Aglonema (sri rejeki) | Teduh | 2x seminggu | Rp25–200 rb | Beracun |
| 3 | Calathea | Teduh | Media lembap | Rp30–100 rb | Aman |
| 4 | Philodendron | Setengah teduh | 1–2x seminggu | Rp25–150 rb | Beracun |
| 5 | Keladi hias | Setengah teduh | Media lembap | Rp15–75 rb | Beracun |
| 6 | Dieffenbachia (daun bahagia) | Teduh | 1x seminggu | Rp20–60 rb | Beracun |
| 7 | Alocasia | Setengah teduh | Saat media kering | Rp30–150 rb | Beracun |
| 8 | Puring | Matahari penuh | Tiap hari (kemarau) | Rp15–50 rb | Hati-hati |
| 9 | Begonia rex | Teduh | Saat media agak kering | Rp25–80 rb | Beracun |
| 10 | Anthurium gelombang cinta | Setengah teduh | 2–3x seminggu | Rp50–300 rb | Beracun |
| 11 | Anggrek bulan | Teduh | 1–2x seminggu | Rp50–150 rb | Aman |
| 12 | Mawar | Matahari penuh | Tiap hari | Rp20–75 rb | Aman |
| 13 | Melati | Matahari penuh | Tiap hari | Rp15–50 rb | Aman |
| 14 | Bougenville | Matahari penuh | Jarang | Rp25–150 rb | Belum ada data |
| 15 | Kamboja jepang (adenium) | Matahari penuh | 2–3 hari sekali | Rp25–150 rb | Beracun |
| 16 | Asoka | Matahari penuh | Tiap hari | Rp15–50 rb | Aman |
| 17 | Kembang sepatu | Matahari penuh | Tiap hari | Rp20–60 rb | Belum ada data |
| 18 | Zinnia | Matahari penuh | Tiap hari | Rp10–25 rb | Aman |
| 19 | Euforbia (mahkota duri) | Matahari penuh | 1x seminggu | Rp20–75 rb | Hati-hati |
| 20 | Bunga mentega (oleander) | Matahari penuh | 2–3x seminggu | Rp20–60 rb | Beracun |
| 21 | Sirih gading | Teduh | 1x seminggu | Rp10–40 rb | Beracun |
| 22 | Lili paris | Setengah teduh | 2x seminggu | Rp10–35 rb | Aman |
| 23 | Zebrina | Setengah teduh | Saat media kering | Rp10–30 rb | Hati-hati |
| 24 | Hoya | Setengah teduh | 1x seminggu | Rp25–100 rb | Aman |
| 25 | Pakis boston | Teduh | Media lembap | Rp20–60 rb | Aman |
| 26 | Ekor keledai | Setengah teduh | Jarang | Rp20–60 rb | Aman |
| 27 | Rhipsalis | Setengah teduh | 1x seminggu | Rp20–60 rb | Aman |
| 28 | Peperomia gantung | Teduh | Jarang | Rp15–50 rb | Aman |
| 29 | Lipstik | Setengah teduh | Saat media kering | Rp25–75 rb | Aman |
| 30 | Petunia | Matahari penuh | Tiap hari | Rp15–35 rb | Aman |
| 31 | Lidah mertua | Teduh–matahari | 2–3 minggu sekali | Rp15–75 rb | Beracun |
| 32 | Zamia (ZZ plant) | Teduh | 2–3 minggu sekali | Rp30–100 rb | Hati-hati |
| 33 | Spathiphyllum (peace lily) | Teduh | Saat mulai layu | Rp20–75 rb | Beracun |
| 34 | Palem kuning | Setengah teduh | 2x seminggu | Rp25–100 rb | Aman |
| 35 | Bambu hoki | Teduh | Ganti air mingguan | Rp15–75 rb | Beracun |
| 36 | Suplir | Teduh | Media selalu lembap | Rp15–50 rb | Belum ada data |
| 37 | Biola cantik | Setengah teduh | 1x seminggu | Rp50–250 rb | Hati-hati |
| 38 | Pilea | Setengah teduh | 1x seminggu | Rp25–75 rb | Aman |
| 39 | Maranta (tanaman doa) | Teduh | Media lembap | Rp20–60 rb | Aman |
| 40 | Syngonium | Teduh | Saat media kering | Rp15–50 rb | Beracun |
| 41 | Pucuk merah | Matahari penuh | Tiap hari (kemarau) | Rp10–50 rb | Belum ada data |
| 42 | Lee kwan yew | Matahari penuh | Tiap hari | Rp10–35 rb | Belum ada data |
| 43 | Palem merah | Matahari penuh | Banyak | Rp50–250 rb | Belum ada data |
| 44 | Teh-tehan | Matahari penuh | 2–3x seminggu | Rp3–10 rb | Hati-hati |
| 45 | Heliconia (pisang-pisangan) | Matahari penuh | Banyak | Rp20–75 rb | Belum ada data |
| 46 | Bunga kana | Matahari penuh | Banyak | Rp10–35 rb | Aman |
| 47 | Lantana (tembelekan) | Matahari penuh | 2–3x seminggu | Rp10–35 rb | Beracun |
| 48 | Krokot hias | Matahari penuh | Jarang | Rp5–20 rb | Hati-hati |
| 49 | Walisongo | Setengah teduh | 2x seminggu | Rp20–75 rb | Beracun |
| 50 | Kencana ungu | Matahari penuh | 2–3x seminggu | Rp10–30 rb | Belum ada data |
Penyiraman di tabel adalah patokan untuk musim kemarau. Saat musim hujan, terutama untuk tanaman di teras terbuka, kurangi frekuensinya dan cek media dengan jari sebelum menyiram.
Tanaman hias yang paling susah mati
Kalau kamu baru mulai atau pernah membuat beberapa tanaman mati, mulailah dari jenis yang memaafkan kesalahan. Delapan tanaman ini tahan lupa disiram, tahan cahaya yang kurang ideal, atau dua-duanya:
- Lidah mertua (no. 31): tahan teduh maupun panas, dan bisa dibiarkan tanpa air dua minggu lebih. Musuhnya hanya air yang berlebihan.
- Zamia (no. 32): umbinya menyimpan cadangan air, cocok untuk kamar atau kantor yang jarang dirawat.
- Sirih gading (no. 21): bisa hidup di pot tanah maupun di gelas berisi air, dan cepat pulih setelah dipangkas.
- Lili paris (no. 22): tumbuh cepat, anakannya bisa ditanam ulang, dan aman untuk rumah dengan kucing.
- Euforbia (no. 19): tahan terik dan kering, tetap berbunga meski jarang dirawat.
- Puring (no. 8): tanaman pekarangan klasik yang kuat di matahari penuh dan musim hujan.
- Bougenville (no. 14): justru lebih rajin berbunga kalau tidak terlalu sering disiram.
- Teh-tehan (no. 44): pagar hidup yang hampir tidak pernah rewel selama mendapat matahari.
Pola yang sama berlaku untuk hampir semua tanaman di daftar ini: lebih banyak tanaman mati karena terlalu sering disiram daripada karena kekeringan. Sebelum menyiram, tusukkan jari sedalam satu ruas ke media. Kalau masih terasa lembap, tunda dulu.
Kalau kamu suka mencoba cara menanam yang lebih rapi dan tidak becek, tanaman seperti sirih gading dan bambu hoki juga bisa dipelihara dengan air. Prinsipnya mirip dengan hidroponik untuk sayur, yang bisa kamu mulai dari botol bekas di dapur.
Pertanyaan yang sering muncul
Tanaman hias apa yang paling mudah dirawat?
Untuk pemula, mulai dari lidah mertua, zamia (ZZ plant), sirih gading, dan lili paris. Keempatnya tahan lupa disiram dan tetap tumbuh di cahaya yang kurang ideal. Kesalahan yang paling sering justru menyiram terlalu sering, jadi cek media dengan jari dulu dan siram hanya kalau bagian atasnya sudah kering.
Tanaman hias apa yang cocok di dalam rumah?
Pilih tanaman yang tahan teduh, seperti lidah mertua, zamia, spathiphyllum, sirih gading, philodendron, syngonium, dan palem kuning. Taruh sedekat mungkin dengan jendela yang terang tanpa terik langsung. Kalau di rumah ada kucing, anjing, atau balita, pilih yang tercatat tidak beracun, misalnya lili paris, palem kuning, calathea, atau peperomia.
Tanaman hias apa yang tahan panas?
Untuk teras dan halaman yang kena matahari penuh, pilih bougenville, kamboja jepang (adenium), euforbia, puring, pucuk merah, lee kwan yew, teh-tehan, bunga kana, dan kencana ungu. Tanaman ini kuat di terik, tetapi saat kemarau yang masih di pot tetap perlu disiram setiap hari. Saat musim hujan, kurangi siraman supaya akar tidak busuk.
