Halaman depan rumah di Indonesia punya dua musuh yang datang bergantian: terik matahari yang bisa membuat pot terasa panas saat dipegang di siang hari, lalu hujan deras berhari-hari yang membuat tanah becek dan akar sesak napas. Tanaman yang cantik di foto katalog belum tentu sanggup menghadapi keduanya. Di artikel ini kamu akan menemukan 25 tanaman hias outdoor yang umumnya kuat di iklim tropis, lengkap dengan kebutuhan sinar, cara menyiram, kisaran harga, dan catatan apakah tanaman itu berbahaya kalau dikunyah kucing, anjing, atau anak kecil.
Kalau kamu baru mulai merawat tanaman, baca juga gambaran umum di artikel tanaman hias. Untuk sudut teras yang teduh atau tanaman yang lebih nyaman di dalam ruangan, pilihan di artikel tanaman hias daun biasanya lebih cocok.
Syarat tanaman outdoor di iklim tropis
Sebelum memilih tanaman, perhatikan dulu kondisi halamanmu. Tanaman yang sama bisa tumbuh subur di rumah tetangga tetapi merana di rumahmu hanya karena beda arah matahari atau beda saluran air. Ada empat hal yang perlu kamu cek:
- Jam sinar matahari. Hitung berapa jam area itu terkena sinar langsung. Lebih dari 6 jam termasuk sinar penuh, 3 sampai 6 jam termasuk setengah teduh, kurang dari 3 jam termasuk teduh. Kebanyakan tanaman berbunga butuh sinar penuh agar rajin berbunga.
- Drainase. Tuang satu ember air ke tanah atau pot. Kalau air masih menggenang setelah 30 menit, tanah terlalu padat. Tambahkan sekam bakar atau pasir malang, atau tanam di pot berlubang yang diangkat sedikit dari lantai.
- Pantulan panas. Halaman berlantai keramik atau semen memantulkan panas ke tanaman. Daun di dekat dinding putih atau pagar besi sering lebih cepat gosong dibanding yang ditanam di tanah terbuka.
- Angin dan talang. Tanaman tepat di bawah jatuhan air talang akan dihantam air berkali-kali lipat saat hujan deras. Geser pot sedikit atau pasang batu kerikil di titik jatuhnya air.
Patokan sederhananya: tanaman yang tahan panas biasanya berdaun tebal, berlilin, bergetah, atau kecil-kecil; tanaman yang tahan hujan biasanya tidak suka tanah kering lama. Tanaman yang sanggup keduanya adalah yang akarnya tidak mudah busuk, asalkan medianya poros.
Tanaman hias bunga outdoor
Kelompok ini memberi warna paling cepat di depan rumah. Hampir semuanya butuh sinar penuh. Kalau ditaruh di tempat teduh, daunnya tetap hijau tetapi bunganya jarang muncul.
1. Bougenville / bunga kertas (Bougainvillea spp.)
Bougenville justru makin rajin berbunga saat cuaca panas dan agak kering. Ia tahan terik penuh, tetapi saat musim hujan panjang bunganya cenderung rontok dan berganti daun. Siram 2 sampai 3 hari sekali di musim kemarau, kurangi drastis saat hujan. Tipsnya: pangkas ujung cabang setelah bunga selesai agar muncul tunas bunga baru. Harga bibit di polybag kecil sekitar Rp15 ribu sampai Rp40 ribu, bonsai bisa ratusan ribu. ASPCA tidak mencantumkannya sebagai tanaman beracun bagi kucing dan anjing, tetapi durinya tajam, jadi jauhkan dari jalur anak bermain.
2. Kamboja (Plumeria spp.)
Kamboja sangat tahan panas dan kekeringan, cocok untuk sudut halaman yang paling terik. Hujan deras tidak masalah selama tanahnya tidak becek, karena pangkal batang yang tergenang mudah busuk. Siram seminggu 1 sampai 2 kali saat kemarau. Tanam di pot besar berisi campuran tanah dan pasir agar batang tidak busuk. Harga bibit batang setinggi 30 sampai 50 cm sekitar Rp25 ribu sampai Rp100 ribu. Getahnya bisa membuat kulit gatal dan mengiritasi mulut serta perut hewan peliharaan bila dikunyah, jadi tergolong beracun ringan.
3. Adenium / kamboja jepang (Adenium obesum)
Adenium suka panas dan sinar penuh, dengan batang gemuk yang menyimpan air. Kelemahannya ada di musim hujan: media yang terus basah membuat bonggol busuk. Siram hanya saat media sudah kering, sekitar 3 sampai 4 hari sekali di kemarau, dan pindahkan ke bawah kanopi saat hujan tidak berhenti. Gunakan media sangat poros, misalnya sekam bakar, pasir, dan sedikit tanah. Harga sekitar Rp25 ribu sampai Rp150 ribu, tergantung ukuran bonggol. Beracun bagi hewan peliharaan dan anak: ASPCA mencatat adenium mengandung glikosida jantung yang bisa menyebabkan muntah, diare, dan gangguan irama jantung.
4. Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Kembang sepatu berbunga hampir sepanjang tahun di sinar penuh atau setengah teduh. Ia tahan hujan dan cukup tahan panas asalkan tanahnya tidak kering kerontang. Siram setiap 1 sampai 2 hari di kemarau. Waspadai kutu putih di balik daun; semprot air sabun encer kalau mulai muncul. Harga bibit sekitar Rp15 ribu sampai Rp35 ribu, varietas hibrida berbunga besar bisa lebih mahal. Kembang sepatu umumnya tidak dianggap beracun bagi kucing dan anjing.
5. Soka (Ixora coccinea)
Soka berbunga bergerombol merah, oranye, atau kuning, dan bentuknya rapi sehingga cocok sebagai pembatas bedeng. Ia kuat di sinar penuh dan cukup tahan hujan. Siram 1 sampai 2 hari sekali saat kemarau. Daun yang menguning dengan tulang daun tetap hijau biasanya tanda tanah terlalu basa; tambahkan kompos atau pupuk kandang matang. Harga sekitar Rp10 ribu sampai Rp30 ribu per polybag. ASPCA mencatat soka tidak beracun bagi kucing dan anjing.
6. Euphorbia / mahkota duri (Euphorbia milii)
Euphorbia nyaris tidak pernah berhenti berbunga, tahan terik, dan jarang minta disiram. Seminggu sekali sudah cukup di musim kemarau. Saat hujan panjang, pot berdrainase buruk bisa membuat akarnya busuk, jadi pilih pot berlubang banyak. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp50 ribu. Beracun ringan: getah putihnya mengiritasi kulit, mulut, dan terutama mata. Pakai sarung tangan saat memangkas dan taruh di tempat yang tidak terjangkau anak serta hewan.
7. Lantana / tembelekan hias (Lantana camara)
Lantana sangat tangguh: tahan panas, tahan kering, dan bunganya mengundang kupu-kupu. Siram 2 sampai 3 hari sekali saat kemarau. Ia mudah melebar, jadi rajin pangkas agar tidak mengambil alih bedeng. Harga sekitar Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. Beracun bagi hewan peliharaan: ASPCA mencatat lantana beracun bagi anjing, kucing, dan kuda, dengan gejala muntah, diare, dan lemas. Buahnya juga jangan sampai dimakan anak.
8. Alamanda (Allamanda cathartica)
Alamanda adalah tanaman merambat berbunga terompet kuning yang cocok untuk pagar besi atau pergola. Ia suka sinar penuh, tahan hujan, dan butuh penyiraman rutin 1 sampai 2 hari sekali di kemarau. Ikatkan sulurnya ke rambatan sejak awal agar arah tumbuhnya rapi. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp35 ribu. Beracun: seluruh bagian tanaman, terutama getah dan buahnya, bisa menyebabkan muntah dan diare bila tertelan, dan getahnya bisa membuat kulit gatal.
9. Melati (Jasminum sambac)
Melati menyukai sinar penuh dan berbunga paling wangi di sore hari. Tanaman ini tahan hujan tetapi tidak suka kekeringan lama; siram setiap hari saat kemarau. Pangkas ringan setelah masa berbunga agar tumbuh cabang baru. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp35 ribu. ASPCA mencatat melati sejati (genus Jasminum) tidak beracun bagi kucing dan anjing. Hati-hati, beberapa tanaman yang dijual dengan nama “melati” sebenarnya dari genus lain.
10. Tapak dara (Catharanthus roseus)
Tapak dara adalah tanaman bunga murah yang sangat tahan panas dan kering, cocok sebagai pengisi bedeng atau pot gantung di area terik. Siram 2 hari sekali saat kemarau. Saat hujan terus-menerus, ia bisa layu karena akar busuk, jadi gunakan media poros. Harga bibit sekitar Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Beracun bagi hewan peliharaan dan anak: ASPCA mencatat tapak dara mengandung alkaloid vinka yang beracun bagi anjing, kucing, dan kuda.
11. Zinnia / kembang kertas (Zinnia elegans)
Zinnia tumbuh cepat dari biji dan berbunga dalam beberapa minggu, cocok untuk kamu yang ingin warna instan. Ia suka sinar penuh dan cukup tahan panas. Hujan deras bisa membuat bunganya rusak dan daunnya berjamur, jadi beri jarak tanam agar udara mengalir. Siram setiap 1 sampai 2 hari saat kemarau. Satu sachet benih sekitar Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. Umurnya pendek (tanaman semusim), jadi siapkan semaian pengganti. ASPCA mencatat zinnia tidak beracun bagi kucing dan anjing.
Tanaman hias daun outdoor
Tanaman daun memberi kesan rimbun sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim bunga. Banyak di antaranya juga yang paling irit perawatan.
12. Lidah mertua (Dracaena trifasciata, dulu Sansevieria)
Lidah mertua tahan terik, tahan teduh, dan sanggup tidak disiram berminggu-minggu. Di luar ruangan, siram seminggu sekali saat kemarau dan hentikan saat musim hujan. Musuh utamanya adalah air menggenang, jadi pakai media berpasir. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp60 ribu, varietas langka lebih mahal. Beracun ringan: ASPCA mencatat kandungan saponinnya bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare pada kucing dan anjing.
13. Sirih gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading lebih nyaman di setengah teduh, misalnya merambat di batang pohon atau tiang teras. Sinar penuh siang hari membuat daunnya pucat dan gosong. Ia tahan hujan asalkan medianya tidak becek. Siram 2 sampai 3 hari sekali. Harga sekitar Rp10 ribu sampai Rp30 ribu. Beracun: ASPCA mencatat sirih gading mengandung kristal kalsium oksalat yang membuat mulut perih, mengeluarkan air liur berlebihan, dan muntah pada kucing dan anjing.
14. Puring (Codiaeum variegatum)
Puring warnanya justru paling cerah di sinar penuh: merah, kuning, dan oranye. Ia tahan panas dan tahan hujan, asalkan tanah tidak kering total. Siram 1 sampai 2 hari sekali saat kemarau. Kalau ditaruh terlalu teduh, daunnya kembali hijau polos. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp50 ribu. Beracun: getah dan seluruh bagian tanaman bisa menyebabkan iritasi mulut, muntah, dan diare pada hewan peliharaan dan anak.
15. Agave (Agave americana dan kerabatnya)
Agave berbentuk roset kaku yang memberi kesan taman kering atau gaya minimalis. Ia tahan terik dan kekeringan; siram cukup 1 sampai 2 minggu sekali dan hentikan saat hujan. Ujung daunnya runcing seperti jarum, jadi jangan taruh di pinggir jalur jalan. Harga sekitar Rp30 ribu sampai Rp150 ribu. Beracun ringan: getahnya mengandung kristal kalsium oksalat dan saponin yang bisa membuat kulit melepuh dan mulut iritasi.
16. Hanjuang (Cordyline fruticosa)
Hanjuang berdaun merah keunguan atau hijau, tahan panas dan hujan, cocok ditanam berjajar di samping pagar. Siram 1 sampai 2 hari sekali di kemarau. Batang yang terlalu tinggi bisa dipotong dan potongannya ditancapkan lagi untuk bibit baru. Harga sekitar Rp10 ribu sampai Rp35 ribu. Beracun: ASPCA mencatat hanjuang (ti plant) beracun bagi anjing dan kucing karena kandungan saponin.
17. Pakis haji (Cycas revoluta)
Pakis haji tumbuh lambat, tahan panas, dan terlihat mewah di depan rumah. Siram seminggu 1 sampai 2 kali, dan jaga agar pangkal batang tidak tergenang saat hujan. Harga tanaman kecil sekitar Rp50 ribu, yang besar bisa jutaan rupiah. Sangat beracun bagi hewan peliharaan dan anak: seluruh bagian tanaman, terutama bijinya, dapat merusak hati. ASPCA memasukkan sago palm ke dalam tanaman yang berbahaya bagi anjing dan kucing. Kalau di rumah ada anjing yang suka mengunyah, pilih tanaman lain.
18. Palem kuning (Dypsis lutescens)
Palem kuning membentuk rumpun rimbun yang cocok untuk menutup sudut atau dinding kosong. Ia tahan hujan dan cukup tahan panas, walaupun daun bisa menguning di bawah terik penuh tanpa air yang cukup. Siram 1 sampai 2 hari sekali saat kemarau. Harga rumpun setinggi 1 meter sekitar Rp35 ribu sampai Rp100 ribu. ASPCA mencatat palem kuning (areca palm) tidak beracun bagi kucing dan anjing.
19. Lili paris (Chlorophytum comosum)
Lili paris cocok untuk teras setengah teduh atau pot gantung. Sinar matahari siang yang terlalu keras membuat ujung daunnya kering kecokelatan. Ia tahan hujan dan cepat beranak. Siram 2 hari sekali. Harga sekitar Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. ASPCA mencatat lili paris (spider plant) tidak beracun bagi kucing dan anjing, meski kucing sering suka mengunyah daunnya.
Tanaman pagar dan peneduh
Tanaman pagar dibeli dalam jumlah banyak, jadi harga per batang dan kecepatan tumbuh lebih menentukan. Tanaman peneduh perlu dipikirkan ukurannya saat dewasa, jangan sampai akarnya mengangkat lantai carport.
20. Pucuk merah (Syzygium myrtifolium)
Pucuk merah sangat populer sebagai pagar hidup karena daun mudanya merah menyala. Ia tahan terik dan hujan, serta tahan dipangkas rapat. Siram setiap hari di minggu-minggu awal setelah tanam, lalu cukup 2 sampai 3 hari sekali. Pangkas rutin agar muncul daun muda merah yang lebih banyak. Harga bibit setinggi 50 sampai 80 cm sekitar Rp10 ribu sampai Rp30 ribu per batang. Belum ada data toksisitas yang jelas untuk hewan peliharaan.
21. Teh-tehan (Acalypha siamensis)
Teh-tehan adalah pagar hidup klasik yang murah dan cepat rimbun. Ia tahan panas, tahan hujan, dan mudah dibentuk kotak. Siram 2 sampai 3 hari sekali saat kemarau. Tanam rapat, sekitar 20 sampai 30 cm antarbatang, agar cepat menutup. Harga sekitar Rp3 ribu sampai Rp10 ribu per batang. Belum ada data toksisitas yang jelas untuk hewan peliharaan.
22. Kemuning (Murraya paniculata)
Kemuning berdaun kecil mengilap dan berbunga putih wangi, cocok sebagai pagar rendah atau tanaman topiari. Ia tahan terik dan hujan, siram 1 sampai 2 hari sekali di kemarau. Pertumbuhannya lebih lambat dari teh-tehan, tetapi hasilnya lebih rapi. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp40 ribu. Data toksisitasnya untuk hewan peliharaan belum jelas; jangan biarkan hewan mengunyah daun dan buahnya.
23. Oleander / bunga mentega (Nerium oleander)
Oleander sangat tahan panas dan kering, dan bunganya merah muda atau putih sepanjang tahun, sehingga sering dipakai sebagai pagar berbunga. Siram 2 sampai 3 hari sekali. Sangat beracun bagi hewan peliharaan dan anak: seluruh bagian tanaman mengandung glikosida jantung, termasuk daun kering dan asap dari batang yang dibakar. Jangan tanam oleander di rumah yang ada anak kecil, kucing, atau anjing, dan jangan buang potongannya ke tumpukan kompos. Harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp40 ribu.
24. Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus dan kerabatnya)
Tabebuya terkenal karena berbunga lebat kuning atau merah muda menjelang musim hujan, mirip pemandangan sakura. Pohon ini tahan panas dan tahan kering. Setelah mapan, ia cukup mengandalkan hujan; bibit baru perlu disiram setiap hari selama sebulan pertama. Tinggi dewasanya bisa beberapa meter, jadi tanam minimal 2 meter dari dinding rumah. Harga bibit setinggi 1 meter sekitar Rp35 ribu sampai Rp100 ribu. Belum ada data toksisitas yang jelas.
25. Ketapang kencana (Terminalia mantaly)
Ketapang kencana bertajuk bertingkat seperti payung dan memberi teduh yang tidak terlalu gelap. Ia tahan panas dan hujan, tumbuh cukup cepat, dan cocok untuk halaman yang lebih luas. Siram rutin saat masih bibit. Daunnya rontok di musim tertentu, jadi siapkan waktu menyapu. Harga bibit 1 sampai 1,5 meter sekitar Rp50 ribu sampai Rp150 ribu. Belum ada data toksisitas yang jelas.
Tabel 25 tanaman: sinar, air, harga
Tabel ini merangkum semua tanaman di atas. Harga adalah perkiraan kisaran di penjual tanaman dan marketplace untuk ukuran bibit atau pot kecil, dan bisa berbeda per kota dan ukuran.
| No | Tanaman | Sinar | Siram saat kemarau | Kisaran harga (perkiraan) | Aman untuk hewan/anak? |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bougenville | Penuh | 2–3 hari sekali | Rp15–40 rb | Tidak tercatat beracun, berduri |
| 2 | Kamboja | Penuh | 1–2 kali seminggu | Rp25–100 rb | Getah iritan (ringan) |
| 3 | Adenium | Penuh | 3–4 hari sekali | Rp25–150 rb | Beracun |
| 4 | Kembang sepatu | Penuh/setengah teduh | 1–2 hari sekali | Rp15–35 rb | Umumnya aman |
| 5 | Soka | Penuh | 1–2 hari sekali | Rp10–30 rb | Aman (ASPCA) |
| 6 | Euphorbia | Penuh | Seminggu sekali | Rp15–50 rb | Getah iritan |
| 7 | Lantana | Penuh | 2–3 hari sekali | Rp10–25 rb | Beracun |
| 8 | Alamanda | Penuh | 1–2 hari sekali | Rp15–35 rb | Beracun |
| 9 | Melati | Penuh | Setiap hari | Rp15–35 rb | Aman (ASPCA) |
| 10 | Tapak dara | Penuh | 2 hari sekali | Rp5–15 rb | Beracun |
| 11 | Zinnia | Penuh | 1–2 hari sekali | Rp10–25 rb/sachet benih | Aman (ASPCA) |
| 12 | Lidah mertua | Penuh sampai teduh | Seminggu sekali | Rp15–60 rb | Beracun ringan |
| 13 | Sirih gading | Setengah teduh | 2–3 hari sekali | Rp10–30 rb | Beracun |
| 14 | Puring | Penuh | 1–2 hari sekali | Rp15–50 rb | Beracun |
| 15 | Agave | Penuh | 1–2 minggu sekali | Rp30–150 rb | Getah iritan, daun runcing |
| 16 | Hanjuang | Penuh/setengah teduh | 1–2 hari sekali | Rp10–35 rb | Beracun |
| 17 | Pakis haji | Penuh | 1–2 kali seminggu | Rp50 rb ke atas | Sangat beracun |
| 18 | Palem kuning | Penuh/setengah teduh | 1–2 hari sekali | Rp35–100 rb | Aman (ASPCA) |
| 19 | Lili paris | Setengah teduh | 2 hari sekali | Rp10–25 rb | Aman (ASPCA) |
| 20 | Pucuk merah | Penuh | 2–3 hari sekali | Rp10–30 rb/batang | Data belum jelas |
| 21 | Teh-tehan | Penuh | 2–3 hari sekali | Rp3–10 rb/batang | Data belum jelas |
| 22 | Kemuning | Penuh | 1–2 hari sekali | Rp15–40 rb | Data belum jelas |
| 23 | Oleander | Penuh | 2–3 hari sekali | Rp15–40 rb | Sangat beracun |
| 24 | Tabebuya | Penuh | Setiap hari saat bibit | Rp35–100 rb | Data belum jelas |
| 25 | Ketapang kencana | Penuh | Rutin saat bibit | Rp50–150 rb | Data belum jelas |
Penataan depan rumah
Halaman depan yang enak dilihat biasanya bukan yang paling banyak tanamannya, melainkan yang tersusun berlapis. Coba pola sederhana ini:
- Lapisan belakang (paling tinggi): pagar hidup pucuk merah atau teh-tehan, atau palem kuning di sudut. Fungsinya sebagai latar dan penahan debu dari jalan.
- Lapisan tengah: semak berbunga seperti soka, kembang sepatu, atau bougenville yang dipangkas rendah. Di sinilah warna utama halamanmu.
- Lapisan depan (paling rendah): tapak dara, zinnia, atau euphorbia di pinggir bedeng. Untuk halaman berlantai semen, ganti dengan deretan pot kecil.
- Satu titik fokus: satu tanaman berbentuk khas, misalnya adenium bonggol besar, kamboja, atau agave di pot besar dekat pintu masuk.
Untuk carport sempit, gunakan pot gantung lili paris di teras, alamanda di pagar besi, dan pot persegi panjang berisi lidah mertua di sepanjang dinding. Kalau ingin peneduh, ketapang kencana dan tabebuya lebih ramah carport dibanding pohon berakar agresif, tetapi tetap beri jarak dari lantai dan pipa.
Kalau rumahmu punya anak balita atau hewan peliharaan yang suka mengunyah, susun tanaman berdasarkan risikonya: taruh yang aman (soka, melati, zinnia, palem kuning, lili paris) di tempat yang mudah dijangkau, dan yang beracun di pot tinggi atau di balik pagar. Oleander dan pakis haji lebih baik dihindari sama sekali di rumah seperti ini.
Perawatan musim hujan
Saat musim hujan, masalah tanaman outdoor hampir selalu datang dari air berlebih, bukan kekurangan air. Langkah berikut membantu tanamanmu melewati bulan-bulan basah:
- Hentikan penyiraman terjadwal. Cek media dengan jari sedalam 2 sampai 3 cm. Siram hanya kalau terasa kering.
- Angkat pot dari lantai. Pakai kaki pot atau batu bata agar lubang drainase tidak tersumbat genangan.
- Pindahkan tanaman sukulen. Adenium, euphorbia, agave, dan lidah mertua lebih aman di bawah kanopi atau teras selama hujan turun berhari-hari.
- Pangkas bagian yang rimbun. Daun yang terlalu rapat membuat udara tidak mengalir dan jamur mudah muncul. Buang daun yang berbercak hitam atau cokelat.
- Tunda pupuk kimia. Pupuk yang larut terbawa air hujan. Kalau ingin memupuk, pakai pupuk kandang matang atau kompos yang ditabur tipis.
- Periksa siput dan bekicot. Hama ini aktif saat lembap dan malam hari. Ambil dengan tangan di malam hari atau taburkan abu sekam di sekitar pangkal tanaman.
Sebaliknya, saat kemarau, siram pagi hari sebelum jam 9 atau sore setelah jam 4 agar air tidak cepat menguap. Lapisi permukaan tanah dengan mulsa seperti serasah daun atau cacahan sabut kelapa untuk menahan kelembapan. Pot plastik hitam di lantai semen bisa sangat panas di siang hari, jadi pertimbangkan pot tanah liat atau pot berwarna terang untuk tanaman yang akarnya sensitif.
Kalau halamanmu benar-benar sempit atau hanya punya balkon, kamu juga bisa menggabungkan tanaman hias dengan sayur di pot. Mulai dari tanaman yang tahan banting, amati selama satu musim, lalu tambah koleksi sesuai kondisi halaman yang sudah kamu pahami.
Pertanyaan yang sering muncul
Tanaman hias apa yang tahan panas terik?
Bougenville, kamboja, adenium, euphorbia, lantana, tapak dara, agave, dan lidah mertua termasuk yang paling kuat di terik penuh. Kebanyakan berdaun tebal, bergetah, atau berbatang penyimpan air, jadi tidak perlu disiram setiap hari. Gunakan media poros agar akarnya tidak busuk saat musim hujan datang, dan ingat bahwa beberapa di antaranya beracun bagi hewan peliharaan.
Tanaman apa yang cocok di depan rumah?
Susun berlapis: pagar hidup pucuk merah atau teh-tehan di belakang, semak berbunga seperti soka, kembang sepatu, atau bougenville di tengah, lalu tapak dara atau zinnia di depan. Tambahkan satu titik fokus seperti adenium atau kamboja di pot besar. Kalau ada anak kecil atau hewan peliharaan, pilih yang tidak beracun seperti soka, melati, dan palem kuning.
Tanaman hias outdoor apa yang jarang disiram?
Lidah mertua, agave, euphorbia, adenium, dan kamboja bisa bertahan dengan penyiraman seminggu sekali atau lebih jarang saat kemarau. Saat musim hujan, penyiraman bahkan bisa dihentikan. Kuncinya ada di media yang cepat kering, misalnya campuran tanah, pasir, dan sekam bakar, serta pot dengan lubang drainase yang cukup agar air tidak menggenang di bawah akar.
