Bawang merah adalah bumbu yang hampir setiap hari dipakai di dapur Indonesia, dan harganya sering naik turun tajam. Menanamnya sendiri di pot atau polybag tidak akan membuatmu lepas sepenuhnya dari pasar, tetapi cukup untuk persediaan kecil, ditambah daun bawang segar yang bisa dipetik kapan saja. Bawang merah juga termasuk tanaman yang cepat: dari umbi ke panen umumnya sekitar 2 bulan.
Artikel ini membahas cara menanam bawang merah di pot dan polybag dari umbi, mulai dari memilih bibit, menyiapkan media, jadwal perawatan per minggu, hama yang sering muncul, sampai cara menjemur hasil panen. Ada juga jawaban untuk pertanyaan yang paling sering muncul: apakah bawang merah dari dapur bisa ditanam?
Pilih umbi/bibit yang bagus
Bawang merah di kebun rumah hampir selalu ditanam dari umbi, bukan dari biji. Umbi bibit yang bagus menentukan sebagian besar hasil panenmu, jadi jangan buru-buru di tahap ini.
Ciri umbi bibit yang layak ditanam:
- Padat dan keras saat ditekan, tidak keriput dan tidak lembek.
- Kulit luar mengilap dan utuh, tanpa bercak hitam, jamur, atau bagian busuk di pangkal.
- Ukuran sedang, kira-kira sebesar ujung jari jempol. Umbi yang terlalu kecil menghasilkan tanaman lemah, umbi yang terlalu besar boros.
- Sudah melewati masa istirahat (dormansi). Umbi bawang merah setelah panen butuh waktu istirahat sekitar 2 sampai 3 bulan sebelum siap tumbuh. Panduan produksi benih dari Kementerian Pertanian menyebut umbi bibit siap tanam setelah disimpan sekitar 2 sampai 4 bulan sejak panen, saat tunas di dalamnya sudah sampai ke ujung umbi.
Cara mengeceknya mudah: potong melintang ujung satu umbi. Kalau tunas hijau sudah terlihat di bagian dalam, umbi itu siap ditanam. Kalau isinya masih putih semua, umbi masih dalam masa istirahat dan pertumbuhannya akan lambat atau tidak seragam.
Kamu bisa membeli bibit bawang merah di toko pertanian, di petani langsung, atau di marketplace. Bibit yang dijual sebagai benih biasanya sudah disimpan cukup lama dan disortir ukurannya. Varietas yang umum ditanam di Indonesia antara lain Bima Brebes, Tajuk, dan beberapa varietas lokal lain; tanyakan ke penjual varietas apa yang cocok di daerahmu.
Daftar belanja dan perkiraan biaya
Daftar ini cukup untuk sekitar 4 sampai 6 pot atau polybag. Harga hanya perkiraan dan bisa berubah jauh mengikuti musim, terutama harga umbi bibit.
| Barang | Jumlah | Perkiraan harga |
|---|---|---|
| Umbi bibit bawang merah | 1/4–1/2 kg | Rp15.000–Rp50.000 (harga sangat tergantung musim) |
| Polybag 30 x 30 cm atau pot diameter 25–30 cm | 4–6 buah | Rp1.000–Rp3.000 per polybag, pot plastik Rp10.000–Rp25.000 |
| Tanah kebun (top soil) | 1 karung | Rp10.000–Rp25.000 |
| Pupuk kandang matang | 1 karung | Rp15.000–Rp30.000 |
| Sekam bakar | 1 karung | Rp10.000–Rp25.000 |
| Pupuk NPK seimbang | 1/2–1 kg | Rp10.000–Rp35.000 |
| Kapur dolomit | 1 kg | Rp5.000–Rp15.000 |
| Jerami atau serasah untuk mulsa | Secukupnya | Gratis sampai Rp10.000 |
Sebagian besar barang ini sama dengan yang dipakai untuk cara menanam cabe, jadi kalau kamu menanam keduanya, belanja bisa digabung.
Media tanam dan wadah
Bawang merah membentuk umbi di dalam tanah, jadi medianya harus gembur. Tanah yang padat atau liat membuat umbi kecil dan bentuknya tidak rata. Air yang menggenang juga membuat umbi cepat busuk.
Campuran media yang cocok:
- 2 bagian tanah kebun yang gembur
- 1 bagian pupuk kandang yang sudah matang
- 1 bagian sekam bakar atau pasir agar air cepat turun
Tambahkan sedikit dolomit kalau tanahmu masam. Aduk rata, siram, lalu diamkan sekitar satu minggu sebelum tanam.
Soal wadah, bawang merah tidak butuh kedalaman sebesar cabe. Pot atau polybag dengan kedalaman sekitar 20 sampai 30 cm sudah cukup. Wadah yang lebar lebih menguntungkan daripada wadah yang tinggi, karena kamu bisa menanam beberapa umbi sekaligus. Pot persegi panjang (planter box) di pinggir pagar atau teras juga cocok. Yang penting, setiap wadah punya lubang drainase yang cukup.
Letakkan wadah di tempat yang mendapat sinar matahari penuh, sekitar 6 jam atau lebih per hari. Bawang merah yang kurang sinar akan menghasilkan daun panjang lemas dan umbi kecil.
Cara tanam dan jarak
- Bersihkan umbi. Kupas kulit luar yang kering dan longgar, buang sisa akar lama. Jangan sampai kulit dalam ikut terkelupas.
- Potong ujung umbi sekitar seperempat sampai sepertiga bagian kalau tunas di dalamnya sudah tampak. Pemotongan ini membantu tunas keluar lebih cepat dan seragam. Kalau umbi sudah bertunas panjang dari ujungnya, tidak perlu dipotong.
- Buat lubang tanam di media yang sudah lembap, sedalam kira-kira tinggi umbi.
- Benamkan umbi dengan bagian bawah (pangkal akar) menghadap ke bawah, sampai ujung umbi kira-kira rata dengan permukaan tanah. Jangan terlalu dalam karena umbi bisa busuk, jangan terlalu dangkal karena umbi bisa terguling saat disiram.
- Siram perlahan sampai media lembap merata.
- Tutup permukaan dengan mulsa tipis seperti jerami atau serasah daun untuk menjaga kelembapan dan mengurangi rumput liar.
Jarak tanam yang umum adalah sekitar 15 sampai 20 cm antarumbi. Dengan jarak ini, polybag 30 x 30 cm muat sekitar 3 sampai 4 umbi, dan pot berdiameter 30 cm bisa diisi sekitar 4 sampai 5 umbi. Menanam terlalu rapat memang membuat pot terlihat penuh, tetapi umbi yang terbentuk jadi kecil-kecil dan kelembapan di antara daun meningkat, sehingga penyakit jamur lebih mudah muncul.
Perawatan per minggu (tabel)
Timeline di bawah dihitung dari hari tanam umbi. Angkanya perkiraan; varietas, cuaca, dan ketinggian tempat bisa menggeser jadwal beberapa hari.
| Minggu (hari ke-) | Yang terjadi | Penyiraman | Perawatan |
|---|---|---|---|
| Minggu 1 (hari 1–7) | Tunas hijau muncul | 1 kali sehari, pagi atau sore | Cek umbi yang tidak tumbuh atau busuk, ganti bila perlu |
| Minggu 2 (hari 8–15) | Daun bertambah | 1 kali sehari saat kemarau | Pupuk susulan pertama di sekitar hari ke-10 sampai 15 |
| Minggu 3–4 (hari 16–30) | Rumpun mulai terbentuk | 1 kali sehari saat kemarau | Cabut rumput liar, cek ulat di dalam daun |
| Minggu 5 (hari 30–35) | Umbi mulai membesar | 1 kali sehari, jangan sampai kering | Pupuk susulan kedua sekitar 1 bulan setelah tanam |
| Minggu 6–7 (hari 36–50) | Pengisian umbi | Jaga lembap stabil, ini fase paling butuh air | Buang daun yang berbercak atau busuk |
| Minggu 8 (hari 51–60) | Daun mulai menguning | Kurangi penyiraman | Amati tanda siap panen |
| Hari 55–70 | Panen | Hentikan penyiraman | Cabut saat sebagian besar leher batang lemas dan daun rebah |
Untuk pemupukan, pupuk dasar sudah ada dari pupuk kandang di media. Pupuk susulan pertama diberikan sekitar 10 sampai 15 hari setelah tanam dan susulan kedua sekitar 1 bulan setelah tanam, sesuai jadwal yang umum dipakai dalam budidaya bawang merah. Pakai pupuk NPK seimbang dengan takaran sesuai petunjuk di kemasan. Untuk pot kecil, berikan sedikit saja dan taburkan di antara rumpun, jangan menempel umbi, lalu siram. Pupuk yang terlalu banyak bisa membuat pangkal umbi terbakar.
Soal penyiraman: saat musim kemarau, bawang merah umumnya disiram satu kali sehari, pagi atau sore. Fase pembentukan umbi adalah masa paling kritis; kekurangan air di fase ini bisa membuat umbi kecil. Saat musim hujan, tidak perlu disiram rutin; justru periksa agar air tidak menggenang di pot. Menjelang panen, kurangi penyiraman agar umbi lebih padat dan kulitnya lebih cepat kering.
Hama dan penyakit
Bawang merah yang ditanam di pot dalam jumlah sedikit lebih mudah diawasi daripada di lahan luas. Periksa daun 2 sampai 3 kali seminggu, terutama saat musim hujan.
Ulat bawang
Ulat bawang adalah hama utama tanaman ini. Ngengatnya bertelur di daun, lalu ulat kecil masuk ke dalam rongga daun dan memakannya dari dalam. Gejalanya berupa bercak putih transparan seperti jendela di daun, lalu daun patah dan mengering.
- Periksa daun dan cari kelompok telur atau ulat kecil, lalu ambil dan hancurkan dengan tangan.
- Potong daun yang sudah berlubang dan berisi ulat, lalu buang jauh dari pot.
- Pada skala pot, cara manual ini biasanya cukup kalau dilakukan rutin.
Layu fusarium (moler)
Layu fusarium disebabkan jamur tanah. Daun menguning dari ujung, terpelintir, lalu tanaman layu. Kalau dicabut, pangkal umbi terlihat busuk dan akarnya sedikit. Penyakit ini lebih sering muncul di media yang terlalu basah dan dari umbi bibit yang sudah membawa penyakit.
- Cabut dan buang tanaman yang terserang bersama tanah di sekitar akarnya. Jangan dikompos.
- Jangan pakai ulang media dari pot yang terserang untuk menanam bawang lagi.
- Gunakan umbi bibit yang sehat dan media yang tidak becek.
- Agen hayati seperti Trichoderma yang dicampur ke media sering dipakai sebagai pencegahan; ikuti petunjuk kemasannya.
Penyakit lain yang sering muncul
Saat hujan berhari-hari, bawang merah juga rawan bercak ungu, yaitu bercak lonjong keunguan di daun, serta antraknosa yang membuat daun busuk dan tanaman rebah. Cara pencegahannya sama: jarak tanam tidak terlalu rapat, siram ke media bukan ke daun, buang daun sakit sejak awal, dan pindahkan pot ke bawah atap transparan saat hujan tidak berhenti.
Kalau serangan tetap parah dan kamu memutuskan memakai pestisida kimia, pilih produk yang terdaftar untuk tanaman bawang merah, ikuti dosis di label, pakai sarung tangan dan masker, dan tunggu sesuai masa tunggu panen di label sebelum memanen.
Panen dan penyimpanan
Bawang merah umumnya dipanen sekitar 55 sampai 70 hari setelah tanam, tergantung varietas. Panduan teknis budidaya dari Kementerian Pertanian menyebut tanda siap panen antara lain leher batang sekitar 60 persen sudah lunak, tanaman rebah, dan daun menguning. Kalau dicabut terlalu cepat, umbi masih kecil dan kulitnya tipis sehingga mudah busuk di penyimpanan.
Cara panen di pot cukup sederhana:
- Hentikan penyiraman beberapa hari sebelum panen agar media agak kering.
- Cabut rumpun dengan memegang pangkal daun, lalu bersihkan tanah yang menempel dengan tangan, jangan dicuci.
- Ikat beberapa rumpun beserta daunnya.
- Jemur di tempat yang terkena sinar matahari atau angin, dengan posisi daun menutupi umbi agar umbi tidak gosong, selama sekitar 1 sampai 2 minggu sampai kulit luar kering dan berbunyi saat diremas.
- Simpan ikatan bawang dengan digantung di tempat kering dan berangin, jauh dari dapur yang lembap.
Kalau kamu ingin menanam ulang dari hasil panen sendiri, pisahkan umbi yang paling sehat dan berukuran sedang, simpan terpisah dengan cara yang sama, lalu tunggu sekitar 2 sampai 3 bulan sampai masa istirahatnya selesai sebelum ditanam.
Menanam dari bawang merah dapur: bisa?
Bisa. Bawang merah yang kamu beli untuk masak adalah umbi yang sama dengan bibit, jadi umbi itu tetap bisa tumbuh. Banyak orang memulai dari sini. Tetapi ada beberapa hal yang membuat hasilnya kurang bisa ditebak:
- Umur simpannya tidak diketahui. Umbi dari pasar bisa saja baru dipanen dan masih dalam masa istirahat, sehingga tumbuhnya lambat atau tidak seragam.
- Ukuran dan kondisi beragam. Bawang konsumsi tidak disortir untuk bibit; ada yang kecil, keriput, atau mulai busuk.
- Bisa membawa penyakit. Umbi yang terlihat sehat dari luar bisa saja membawa jamur dari lahan asalnya.
Tipsnya, pilih bawang dapur yang padat, tidak keriput, dan kalau bisa sudah menunjukkan tunas hijau di ujungnya atau akar kecil di pangkalnya. Umbi seperti ini biasanya sudah melewati masa istirahat. Tanam beberapa umbi dulu sebagai percobaan sebelum mengisi banyak pot.
Kalau tujuanmu hanya daun bawang untuk taburan masakan, bawang dapur sudah lebih dari cukup. Daunnya bisa mulai dipotong sedikit-sedikit setelah sekitar 3 sampai 4 minggu. Potong daun di atas 3 sampai 5 cm dari permukaan tanah agar tanaman tetap bisa tumbuh lagi. Ingat, makin sering daun dipotong, makin kecil umbi yang terbentuk.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menanam umbi yang belum siap. Umbi yang masih dalam masa istirahat tumbuh lambat dan tidak seragam. Cek dulu dengan memotong ujung satu umbi.
- Menanam terlalu dalam. Umbi yang terkubur dalam mudah busuk, terutama saat musim hujan. Ujung umbi cukup rata dengan permukaan tanah.
- Media terlalu padat atau becek. Bawang merah butuh media gembur dengan drainase lancar. Tambahkan sekam bakar atau pasir.
- Kurang sinar matahari. Pot yang ditaruh di teras teduh menghasilkan daun lemas dan umbi kecil.
- Menyiram berlebihan saat hujan. Penyiraman terjadwal di musim hujan memancing busuk umbi dan penyakit jamur.
- Kekeringan saat pembentukan umbi. Sebaliknya, lupa menyiram di minggu ke-5 sampai ke-7 bisa membuat umbi kecil.
- Jarak terlalu rapat. Satu pot diisi banyak umbi terlihat produktif, padahal hasilnya umbi kecil-kecil dan rawan jamur.
- Panen terlalu cepat. Tunggu tanda leher batang lemas dan daun rebah sebelum mencabut.
Kalau halamanmu tidak punya tanah sama sekali, sistem hidroponik bisa jadi alternatif untuk menanam sayuran daun, sementara bawang merah tetap lebih mudah di pot berisi tanah.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama bawang merah bisa dipanen?
Bawang merah umumnya dipanen sekitar 55 sampai 70 hari setelah tanam, tergantung varietas dan cuaca. Tanda siap panen adalah leher batang yang sebagian besar sudah lunak, tanaman mulai rebah, dan daun menguning. Kurangi penyiraman beberapa hari sebelumnya, lalu jemur hasil panen sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum disimpan dengan cara digantung.
Bisakah menanam bawang merah dari bawang dapur?
Bisa, karena bawang merah dapur adalah umbi yang sama dengan bibit. Hasilnya kurang bisa ditebak karena umur simpan umbi tidak diketahui dan bisa membawa penyakit. Pilih umbi yang padat, tidak keriput, dan sudah menunjukkan tunas hijau atau akar kecil. Untuk daun bawang saja, bawang dapur sudah cukup dan daun bisa dipotong setelah 3 sampai 4 minggu.
Berapa kali bawang merah disiram?
Saat musim kemarau, bawang merah di pot umumnya disiram satu kali sehari, pagi atau sore. Jaga media tetap lembap terutama saat umbi mulai membesar di minggu ke-5 sampai ke-7. Saat musim hujan, siram hanya kalau media terasa kering dan jaga agar air tidak menggenang. Menjelang panen, kurangi penyiraman agar umbi lebih padat.
